Minggu, 13 Agustus 2017

How to Configure Dual Stack Implementation in Cisco Packet Tracer

Hai guys, dalam blog selanjutnya ini, penulis akan membahas tentang konfigurasi IPv4 dan IPv6 dalam satu device, atau biasa dikenal dual stack. Penerapan konsep tersebut akan penulis coba dalam aplikasi Cisco Packet Tracer. Bagaimana caranya, tunggu selengkapnya dalam postingan blog berikutnya. Trims

Sabtu, 07 Januari 2017

Catatan di Malam Hari, Terima kasih teruntuk .....

Hai guys, catatan di malam hari ini, izinkan saya memperkenalkan dua organisasi yang telah memberikan manfaat besar terhadap saya dan teman-teman,

* LPM HIMMAH UII
Dari organisasi inilah, kami dapat belajar lebih kritis karena organisasi tersebut mengajarkan kepada kami untuk melihat setiap permasalahan secara menyeluruh (Cover both side).


* UKM Synaptic UII
Dari organisasi inilah, awal mula saya mengenal Linux. Organisasi tersebut telah membuka mata kami mengenal lebih dalam perkembangan komputer yang sedang booming di saat ini dan yang akan booming di era ke depan.


Thanks

Salam,
Metri


Minggu, 02 Oktober 2016

Hero or Traitor? (True Story)

Inilah dua laki-laki pemberani, yang membuat penulis penasaran akan sosok mereka. Mereka bukan tokoh fiktif. Mereka nyata dan keberadaannya ada. Memiliki misi yang hampir sama, yakni memberitahukan kepada seluruh dunia tentang kondisi yang sesungguhnya terjadi di beberapa negara adikuasa. Sebagian orang menyebut mereka Hero (Pahlawan) dan sebagian yang lain menyebut mereka Traitor (Penghianat). Kedua orang itu adalah Julian Assange dan Edward Snowden. Kisah mereka juga telah diabadikan dalam bentuk film. Berikut trailer dari film yang mengisahkan tentang perjalanan hidup mereka. 

*Julian Assange (The Fifth Estate Official Trailer
Untuk film ini, kita sebagai penonton, perlu lebih kritis lagi terhadap isi pesan yang disampaikan dalam film tersebut, sebab berdasarkan berita yang dilansir VOAIndonesia tanggal 11 Oktober 2013, memberitahukan bahwa aktor utama dalam film tersebut (Benedict Cumberbatch), mendapat surat peringatan dari tokoh nyata (Julian Assange), yang meminta kepada Benedict untuk tidak melanjutkan keterlibatannya dalam membantu pembuatan film tersebut. Julian beranggapan bahwa hal ini akan lebih banyak menimbulkan efek negatif daripada positif. Berita lengkapnya dapat teman-teman lihat di link berikut.


*Edward Snowden (Snowden Official Trailer)
Film ini telah rilis di bioskop 16 September 2016, namun kemungkinan baru akan tayang di bioskop Indonesia pada bulan Oktober 2016.



Terlepas apakah yang dikisahkan dari film tersebut benar atau tidak, sebagai penonton (itu jika teman-teman berniat untuk menonton film mereka), maka cukup kita ambil pelajaran baiknya dari film tersebut dan kita abaikan yang lain. Semoga keberanian mereka, menular ke diri kita guys. Thanks udah baca selingan blog ini.


Salam,
Metri Niken L.


Kamis, 29 September 2016

Catatan Subnetting

Hai guys, berikut adalah catatan singkat terkait cara praktis yang dapat digunakan untuk mengingat rumus perhitungan subnetting, namun sebelumnya penulis akan memberitahukan terlebih dahulu pengertian dari subnetting. Subnetting adalah proses untuk memecah jaringan IP (Internet Protocol) menjadi sub jaringan IP yang lebih kecil. Perhitungan subnetting ini menggunakan bilangan binary, yakni bilangan atau sistem nomor yang digunakan oleh perangkat digital. Bilangan tersebut berbasis 2, dan hanya memiliki dua angka yakni 0 dan 1.



Note:
Kelas C, perhitungan subnetting dimulai dari oktet ke-empat (x.x.x.y)
Kelas Bperhitungan subnetting dimulai dari oktet ke-tiga (x.x.y.y)
Kelas Aperhitungan subnetting dimulai dari oktet ke-dua (x.y.y.y)

Demikianlah catatan singkat dari penulis. Silahkan teman-teman dapat mencoba soal-soal berikut, dan untuk mengetahui jawaban tepatnya, dapat dilihat melalui link IP-Calculator.

1. 198.53.67.0/30
2. 192.168.3.2/25
3. 202.151.37.18/26
4. 191.22.24.52/22
5. 172.16.0.7/18
6. 172.16.0.0/25
7. 10.0.0.0/16

Beberapa jawaban dari pertanyaan di atas, ada di situs yang penulis jadikan sumber dari artikel ini. Terima kasih sudah membaca artikel ini.


Salam,
Metri Niken L.


Sumber:
http://jodies.de/ipcalc?host=192.168.0.1&mask1=24&mask2=
http://www.binaryhexconverter.com/binary-to-decimal-converter
https://kiezme.wordpress.com/menghitung-subnetting-ip/
Andri Muhyidin, Tutor IDN yogyakarta
https://dunovteck.wordpress.com/2011/08/05/bilangan-biner-binary/
http://fadhil18.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-subnetting.html
https://rockumentaryhans.wordpress.com/2014/04/18/cara-menghitung-ip-address-subnet-mask-dan-net-id/

Rabu, 28 September 2016

Perintah Dasar di dalam Terminal Linux

Hai guys, dalam artikel selanjutnya ini, penulis akan menunjukkan sederetan perintah yang biasa digunakan dalam terminal Linux. Beberapa perintah yang ada, tidak selalu tersedia di dalam terminal tersebut sebelumnya. Jadi, apabila ingin menggunakannya dan ternyata perintah tersebut belum ada, maka kita dapat melakukan instalasi terlebih dahulu terhadap perintah yang diinginkan, dengan cara mengetikkan #apt-get install nama_perintah untuk APT-based distribution dan #yum install nama_perintah untuk YUM-based distribution. Berikut sederetan perintah yang ada dalam terminal Linux, dikategorikan berdasarkan fungsi:

1. Perintah untuk Fungsi Umum
$su atau $sudo su : perintah memindahkan user, dari user biasa ke root
#cd : masuk ke dalam folder
#cd .. : keluar dari folder dimana user berada
#touch : perintah membuat file, contoh: touch nama_file
#chmod : perintah mengubah hak akses, contoh: chmod 777 nama_file (hak akses penuh)
#mkdir : perintah membuat folder, contoh: mkdir nama_folder
#nano : perintah membuka file, contoh: nano nama_file
#cat : menampilkan isi file, contoh: cat nama_file
#ls : melihat isi folder
#ls -l : melihat isi folder beserta hak akses
#history : melihat kembali perintah-perintah yang telah dijalankan sebelumnya
#date : menunjukkan informasi hari, tanggal, dan jam
#cal : menampilkan informasi tanggal dalam bentuk kalender
#cmp : melihat perbedaan file1 dan file2, contoh: cmp nama_file1 nama_file2
#cp : perintah copy file dari satu folder ke folder lain, contoh: cp /lokasi_folder/nama_file /lokasi_folder_dituju/
#cp -r : perintah copy folder dari satu folder ke folder lain, contoh: cp -r /lokasi_folder/nama_folder /lokasi_folder_dituju/
#cp : menggandakan file, contoh: cp nama_file1 nama_file2
#cp -r: menggandakan folder, contoh: cp -r nama_foder1 nama_folder2
#rm : menghapus file, contoh: rm /lokasi_folder/nama_file
#rm -r : menghapus folder, contoh rm -r /lokasi_folder/nama_folder
#mv : memindahkan file/folder, contoh: mv /lokasi_folder/nama_file_atau_folder /lokasi_folder_dituju/
#mv : mengubah nama file/folder, contoh: mv nama_file1_atau_folder1 nama_file2_atau_folder2_setelah_diubah
#man : melihat perintah-perintah manual unix, contoh: man nama_perintah, untuk keluar gunakan tombol "Q" pada keyboard
#pwd : menunjukkan posisi user sedang berada
#reboot : perintah restart PC (Personal Computer)
#poweroff atau #halt : perintah mematikan PC
#uname -a : melihat versi kernel
#hostname : menampilkan nama komputer
#du : menampilkan ukuran file, contoh: du nama_file
#free : menampilkan informasi penggunaan memori
#ifconfig : melihat alamat IP dan interface yang aktif
#df -h : melihat informasi pemakaian disk
*Shortcut CTRL+ALT+T : shortcut untuk membuka terminal Linux
*Shortcut CTRL+Shift+Q : shortcut untuk menutup terminal Linux
*Shortcut CTRL+L : shortcut untuk mengosongkan kembali tampilan layar
*Shortcut CTRL+Shift+T : shortcut untuk membuka tab baru di terminal Linux
*Shortcut CTRL+Shift+W : shortcut untuk menutup tab di terminal Linux
*Shortcut ALT+n :  shortcut  pindah tab ke-n, nilai n=1,2,3,dst.

2. Perintah Monitoring
#ps -aux: perintah monitoring aktivitas yang sedang berjalan
contoh cara menghentikannya:
#ps -aux30. kill atau #kill 30
Note: angka 30 yang dimaksud adalah ID proses.

3. Perintah seputar User Login
$sudo login : pintu masuk salah satu user aktif
#exit : keluar dari area user aktif
#adduser : menambah user, contoh: adduser nama_user_baru
#passwd : membuat password sebuah user, contoh: passwd nama_user
#userdel : menghapus user, contoh: userdel nama_user
#last : melihat user yang sebelumnya login
#id  : menampilkan identitas user (kedudukan dan posisi user yang sedang aktif saat ini)
#whoami : menampilkan apa kedudukan user yang sedang aktif saat ini
#who : menunjukkan informasi nama user
#finger : menunjukkan informasi nama user secara lebih lengkap
#groupadd : membuat grup dari beberapa user, contoh: groupadd nama_grup
#groupdel : menghapus grup, contoh: groupdel nama_grup
#gpasswd -a: menambahkan user ke dalam grup, contoh: gpasswd -a nama_user nama_grup
#gpasswd -d: menghapus user dari grup, contoh: gpasswd -d nama_user nama_grup
*/etc/passwd : informasi akun user
*/etc/shadow : informasi akun user yang terlindung
*/etc/group : informasi tentang grup

4. Perintah Pencarian
#grep -n: mencari variabel di baris tertentu, contoh: grep -n "shutdown" /etc/*
#find / -name: perintah pencarian berdasarkan nama dan jenis ekstensi yang digunakan, contoh: find / -name nama_objek
#locate : mencari lokasi file, contoh: locate passwd
#which : menampilkan lokasi perintah dasar, contoh: which reboot

5. Perintah untuk melakukan Remote PC
a) Telnet, port: 23
#telnet IP_server
b) SSH (Secure Shell), port: 22
#ssh user@host_server
c) SCP (Secure Copy), port: 22
Note: penggunaan perintah SCP ini juga melalui koneksi SSH.
perintah copy file:
#scp user@host_server:/lokasi_folder/nama_file user@host_client:/lokasi_folder_dituju/
perintah copy folder:
#scp -r user@host_server:/lokasi_folder/nama_folder/ user@host_client:/lokasi_folder_dituju/

6. Perintah Instalasi Paket
a) Paket Debian
#dpkg -i nama_paket.deb
b) Paket RPM (RedHat Package Manager)
#rpm -ivh nama_paket.rpm

7. Perintah Kompres File dan Ekstrak File
a) File Tar
kompres file:
#tar -cvf nama_paket.tar /lokasi_folder1/nama_file1 /lokasi_folder2/nama_file2
ekstrak file:
#tar -xvf nama_paket.tar

b) File Tar.Gz
kompres file:
#tar -czvf nama_paket.tar.gz /lokasi_folder1/nama_file1 /lokasi_folder2/nama_file2
ekstrak file:
#tar -xzvf nama_paket.tar.gz

c) File Zip
kompres file:
#zip nama_paket.zip /lokasi_folder1/nama_file1 /lokasi_folder2/nama_file2
ekstrak file:
#unzip nama_paket.zip

d) File GZip
kompres file:
#gzip nama_paket.gz /lokasi_folder1/nama_file1 /lokasi_folder2/nama_file2
ekstrak file:
#gunzip nama_paket.gz 

e) File BZip2
kompres file:
#bzip2 -k nama_paket.bz2 /lokasi_folder1/nama_file1 /lokasi_folder2/nama_file2
ekstrak file:
#bunzip2 -k nama_paket.bz2

Note just for remember:
Port Telnet (Telecommunication Network): 23
Port SSH (Secure Shell): 22
Port SCP (Secure Copy): 22
Port FTP (File Transfer Protocol): 21
Port SSL (Secure Socket Layer)/HTTPS: 443
Port SMB (Server Message Block): 445
Port POP3 (Post Office Protocol version 3): 110
Port HTTP (Hypertext Transfer Protocol): 80

Demikian sederetan perintah yang digunakan dalam terminal Linux. Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan perintah-perintah tersebut. Selain berfungsi sebagai catatan, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.


Salam,
Metri Niken L.


Sumber:
Endro Ngujiharto, Alumni Mahasiswa Teknik Informatika, angkatan 2011.
http://blognyasaya-oq.blogspot.co.id/2012/11/user-dan-group-di-linux_8.html
http://manpages.ubuntu.com/manpages/precise/id/man8/useradd.8.html
https://kedairastavara.wordpress.com/2012/07/06/tombol-pintas-pada-desktop-ubuntu/

Selasa, 27 September 2016

Emosi itu Menular, so Beware

Hai guys, tidak merasa asing dengan judul itu bukan? yup, aku hanya ingin mengatakan berhati-hatilah kembali pada sikap kita, tindakan kita kepada orang lain. Terkadang kesalahan yang simple dan teramat samar itu, justru menyebabkan rentetan masalah yang panjang dan tidak berujung. Sekali kita salah dalam menempatkan keputusan, kita bisa membuat segala sesuatunya semakin runyam, bahkan we can makegood guy be a bad guy akibat kekhilafan sikap kita. 

Just remember, if all that is seen, is not always true. Selalu ada jawaban, dari setiap pertanyaan "mengapa" yang ditujukan, namun sayangnya kita selalu melewatkan bagian ini. 

So, just give your time and keep calm to listen, if you want to know about the truth. You can see what is really happened. Not from what their said, but just look from expression that appear from within them. You will find the answer that you look for.



Senin, 26 September 2016

Perintah Penting untuk Melakukan Instalasi di RedHat Enterprise Linux (RHEL)

Oke guys, langsung to the point saja. Dalam artikel ini, penulis akan menunjukkan beberapa perintah penting yang perlu diingat, dalam melakukan proses instalasi di dalam Sistem Operasi RedHat, antara lain
1. wget "link_paket.rpm"
Perintah di atas, digunakan untuk mengambil file dari link yang dituju.


2. rpm -i (nama_paket.rpm)
Digunakan untuk melakukan instalasi tanpa menunjukkan proses instalasinya.


3. rpm -ivh (nama_paket.rpm)
Digunakan untuk melakukan instalasi dengan menunjukkan proses instalasinya.


4. rpm -ivh --nodeps (nama_paket.rpm)
Ini adalah perintah instalasi ampuh yang dapat digunakan jika dua perintah instalasi sebelumnya gagal untuk dilakukan. Hanya saja, kelemahan dari perintah ini, kita tidak diberitahu dependensi paket apa yang perlu diinstal, agar paket yang diinginkan dapat terinstal dengan baik. Jadi, perintah ini hanya penulis gunakan ketika proses instalasi sudah sampai tahap muter-muter alias berputar atau looping.


5. rpm -e --nodeps --justdb (nama_paket_tanpa_ekstensi)
Perintah di atas, digunakan untuk menghapus paket yang telah terinstal, dan sangat berguna ketika terjadi konflik saat melakukan instalasi paket, akibat perbedaan versi paket yang baru dan yang lama, yang telah terinstal sebelumnya. Dalam penggunaannya, nama paket diketik tanpa diikuti ekstensi.


Note:
a) Untuk mengetahui perintah rpm lainnya, dapat dilakukan dengan mengetikkan perintah #rpm --help.
b) Berikut adalah link yang dapat dituju untuk mencari paket rpm yang dibutuhkan:
*https://rpmfind.net/linux/RPM/
*http://rpm.pbone.net/index.php3/
c) Sebelum melakukan proses instalasi, perlu diketahui terlebih dahulu jenis sistem operasi apa yang digunakan, agar paket yang diambil tidak keliru, dan tidak merusak tatanan dependensi paket yang telah terinstal. Cara pengecekan tersebut, dapat dilakukan dengan mengetikkan perintah #uname -a. Dengan perintah ini, maka akan diketahui jenis sistem operasi yang digunakan apa, nama hostnya siapa, versi kernelnya berapa, dan versi sistem operasinya juga berapa. Berikut gambar yang dapat menjelaskan tentang versi kernel tersebut.


Demikian beberapa perintah yang dapat digunakan dan perlu diperhatikan, dalam melakukan instalasi di Sistem Operasi RedHat. Catatan ini, sebenarnya sebagai reminder bagi penulis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat pula bagi pembaca. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian materi. Silahkan kirimkan kritik dan sarannya kepada penulis. Terima kasih.


Salam,
Metri Niken L.


Sumber:
Andi Hary Akbar, Alumni Mahasiswa Teknik Informatika UII, angkatan 2011.
https://www.centos.org/forums/viewtopic.php?t=36230