Selasa, 14 Oktober 2014

Cara Menyembunyikan File dengan "Iexpress File Binder"


Jumpa lagi guys,,
Dalam artikel ini, penulis ingin mengajak pembaca untuk mencoba teknik penggabungan file atau file binding, dengan menggunakan command Iexpress, yakni command yang merupakan bawaan dari Sistem Operasi Windows. Command ini digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih file yang berekstensi .exe, dimana file-file yang digabungkan tersebut, ditutup dengan menggunakan file baru, yang juga berekstensi .exe, untuk menghindari kecurigaan.

Sayangnya teknik ini memiliki kelemahan, yakni ia tidak mampu menyembunyikan proses instalasi dari file yang memang sengaja disembunyikan. Kedua file yang digabungkan, ternyata mereka ter-install satu persatu, sehingga masing-masing file terlihat proses instalasinya. Oleh karena itu, teknik ini masih belum dapat digunakan untuk menjaga kerahasiaan data. Lebih tepatnya, ia hanya dapat digunakan untuk melewati pemeriksaan dari sistem keamanan, agar aplikasi rahasia yang digabungkan, tidak terdeteksi sebagai virus. 
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat teman-teman coba, untuk menggunakan command Iexpress:

1. Ketikkan Iexpress pada box run (Win+R).



2. Buat package baru.




3. Pilih “Extract files and run an installation command”. Fungsinya adalah agar kita tidak perlu melakukan ekstrak kembali terhadap aplikasi gabungan yang telah dibuat, sehingga file dapat langsung dilakukan instalasi. 


4. Selanjutnya, berikan nama terhadap package yang akan dibuat.




5. Pilih saja No prompt.




6. Tidak perlu memasukkan lisensi.



7. Masukkan file pertama untuk dijadikan sebagai cover/penutup.




8. Masukkan file.exe yang kedua. Berhubung tidak ada file virus.exe, maka penulis menggunakan file yang ada, yakni actualspy.exe.



9. Kedua file telah terkumpul.




10. Pilih file mana yang ingin dijalankan terlebih dahulu dan mana yang dijalankan setelahnya.



11. Pilih "Hidden". Penulis belum paham mengenai fungsi dari proses bagian ini. Sebab, setelah dicoba "minimize", tetap saja jalannya proses instalasi masih terlihat semuanya.


12. Pilih no message jika tidak ada pesan yang ingin disampaikan ke user sebagai syarat untuk melakukan instalasi.



13. Tentukan lokasi untuk menyimpan package tersebut.



14. Checklist Hide File Extracting bla bla… “.




15. Beri kondisi setelah proses instalasi selesai dilakukan.




16. Lebih baik file informasi dari pembuatan package tidak disimpan, agar tidak ada yang mengetahui file package ini merupakan gabungan dari file apa saja.


File Informasi (.SED) ini dapat dibuka dengan menggunakan notepad.
Contoh salah satu file ini adalah “tools.SED” yang penulis buka dari aplikasi “tools.exe” yang telah dilakukan binding.


Dari hasil diatas, telah diketahui bahwa file binding tersebut hanya berisi satu file .exe. Jadi, tenang file tetap aman.

17. Selanjutnya, klik start untuk memulai proses binding.



18. Proses binding sedang berjalan.



19. Proses binding selesai.



20. Ukuran file sebelum proses binding.




21. Ukuran file setelah proses binding. File tersebut adalah file baru yang diberi nama sama dengan nama dari salah satu file yang dilakukan binding. Dengan teknik ini, dua file dapat tersimpan ke dalam satu aplikasi, dengan memori yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan dua aplikasi yang dibiarkan terpisah.


22. Jalankan aplikasi dari hasil binding, melalui run as administrator.



23. Aplikasi kamus berhasil dijalankan terlebih dahulu.




24. Setelah itu, menyusul aplikasi actualspy berjalan berikutnya.  



Demikian cara menyembunyikan file .exe dengan menggunakan command Iexpress. Dari penggunaan teknik ini, kita dapat mengambil manfaatnya, yakni ukuran file yang digabungkan menjadi lebih kecil, dan membuat file gabungan tersebut tidak terdeteksi sebagai aplikasi berbahaya. Semoga bermanfaat. Jika ada pernyataan yang keliru, mohon untuk diingatkan.

Terima kasih,,


Salam,
Metri Niken L.

Senin, 13 Oktober 2014

Intermezzo: Pelajaran Hidup dari Seorang Mantan Tour Guide




Jumpa lagi kawan semua, di bagian ini, mari kita rehat sejenak. Di sini aku akan berbagi cerita mengenai sepenggal perjalanan hidupku. Semoga ini tidak akan membuat kalian bosan. Justru sebaliknya, semoga kisah ini dapat menginspirasi teman-teman sekalian.

Seperti biasa, kebiasaan burukku muncul kembali. Sebelumnya perkenalkan, namaku adalah Metri, orang biasa, dengan kecenderungan memiliki sifat introvet. Ketika sifat ini kambuh, maka tak terelakkan, itu artinya aku harus hengkang dari kost, dan kemudian mencari tempat yang nyaman untuk menyendiri. Entah mengapa, aku pun juga bingung dengan kebiasaan aneh itu.

Pada suatu ketika aku sedang pergi mengunjungi salah satu kafe di Yogyakarta. Niat menyendiri yang kumat, membuat pikiranku melayang kemana-mana, hingga pada akhirnya sekelebat pikiranku teringat kembali kepada orang tua yang dulu pernah aku temui di dalam bus, ketika perjalanan pulang dari Candi Prambanan. Saat itu, kami sedang lelah-lelahnya usai memburu turis untuk keperluan tes conversation dengan native speaker. Kami? Iya, dalam perjalananku ini aku tidak sendiri, melainkan ditemani oleh kawanku, Chintya. Seorang kawan yang tampak jutek, namun baik hatinya. Bersama temanku Chintya, kami pulang dengan menggunakan bus umum. Gila, panas benar-benar menyengat. Masih teringat bahwa kisah ini terjadi pada tanggal 9 Juli 2010, tepatnya pada hari jum'at. 

Melihat isi bus yang penuh, membuat perjalanan tampak membosankan, belum lagi hawa panas di dalam bus yang membuat kami benar-benar kegerahan. Sial tak hanya berhenti di situ, bus yang kami tumpangi, ternyata tidak dapat membawa kami hingga sampai tujuan (Kota Ngawi), melainkan hanya dapat membawa kami hingga ke terminal Solo, Tirtonadi. Alhasil, kami harus mencari bus kembali untuk melanjutkan perjalanan pulang ke tempat tinggal kami, Ngawi. 

Akhirnya, bus yang dicari, telah kami dapatkan. Bus Mira, dengan coraknya yang berwarna merah, membuat kami sumringah, ketika kami lihat ada bangku kosong yang dapat kami duduki berdua. Sayangnya, bangku tersebut letaknya tidak bersebelahan, sehingga Chintya duduk di depanku dan aku duduk di belakangnya persis. Tak apalah, toh kami berdua juga sudah sama-sama lelah. Mungkin dalam perjalanan pulang ini, kami akan lebih banyak tidur, pikirku demikian. Namun, tebakanku salah. Kulihat di sebelahku terdapat sosok lelaki paruh baya, yang wajahnya nampak bersahaja dan terlihat sangat bijaksana, sehingga tidak ada sedikitpun aku menaruh curiga terhadap bapak yang duduk di sebelahku ini.

Perbincangan kami bermula dengan percakapan yang menurutku kurang bagus untuk dijadikan sebagai percakapan di awal perjumpaan. Entah bapak tersebut benar-benar salah orang, atau hanya sekedar cara agar kami dapat memulai perbincangan, entahlah aku hanya berusaha untuk tetap berpikir positif. Dengan sedikit sikap keras kepalanya, ia beranggapan bahwa aku adalah mahasiswa yang baru saja ia temui dari kendaraan sebelumnya. Sudah kukatakan, "Bukan, Pak. Saya bukan mahasiswa yang bapak maksud". Bapak tersebut tetap saja kukuh dengan pendapatnya. Pasalnya, orang yang ia temui sebelumnya, memiliki ciri-ciri yang sama denganku, menggunakan kacamata, berkerudung, dan sedang bepergian juga bersama seorang teman yang sama-sama tidak menggunakan jilbab. Wah, kebetulan yang luar biasa menurutku. Hahaha,,

Dari kejadian salah paham tersebut, pembicaraan kami benar-benar dimulai. Beliau banyak menjelaskan mengenai motivasi, masalah hati, perencanaan masa depan, cita-cita, iman, dll. Aku senang mendengarnya, banyak hal yang belum aku ketahui dari informasi yang ia berikan. Bak seorang anak bertemu dengan guru besar dalam sebuah perjalanan yang tak terencana, aku benar-benar senang dapat dipertemukan dengan beliau. Dalam bait ceritanya, aku sempatkan untuk bertanya siapa nama laki-laki paruh baya yang ada di sebelahku ini? Ia menjawab, "Namaku Abdul Aziz, aku adalah seorang mu'alaf". Dengan tersenyum, ia melanjutkan kembali ceritanya. Sebelum masuk islam, nama dia adalah Riki, bukan Abdul Aziz, dan kemudian ia masuk islam pada tahun 1982. 

Pada tahun 1989, ia memberanikan diri untuk menikahi seorang perempuan yang menurutnya, sangat sempurna bagi seorang laki-laki sesederhana dirinya. Dari raut wajah nya yang semakin tua, ia tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya terhadap sang istri. Ia menggambarkan perawakan sifat istrinya yang luar biasa sabar, baik, ramah, dan penyayang. Dengan istrinya ini, kehidupannya menjadi semakin lengkap, karena ia dikaruniai dua orang putra, yakni salah satunya bernama Ridho. Mendengar namanya, langsung kulihat anak seumuran kelas 6 SD yang duduk di sebelah Bapak Abdul Aziz. Aku lihat, aku tamatkan penglihatanku terhadap anak tersebut, dan ternyata benar, ia juga memiliki senyum yang ramah sama seperti ayahnya. Sayang sekali, dalam perbincangan, aku lupa untuk menanyakan siapa nama saudara laki-laki Ridho dan nama istri dari Bapak Abdul Aziz tersebut.

Ada kisah sedih dalam penggalan cerita yang disampaikan Bapak Abdul Aziz, yakni istri yang sedari tadi ia ceritakan, ternyata kini telah tiada keberadaannya. "Tidak ada daya upaya yang dapat kita lakukan, karena itu adalah takdir Tuhan," ungkapnya. Berat, tapi bagaimanapun juga harus belajar ikhlas. Ia berharap dapat setegar anaknya, Ridho. Sebab, ketika ibunya meninggal, Ridho kecil luar biasa ikhlasnya. Hal itu, jarang sekali dapat dilakukan oleh anak usia sebayanya. Sedih mendengarnya, aku coba untuk menarik pembicaraan ke arah topik yang lain. Berharap wajah sedih segera pudar dari laki-laki paruh baya ini.

Sepanjang perjalanan, banyak cerita yang Bapak Abdul Aziz sampaikan, salah satunya yakni seputar kepribadian yang perlu ada dan dimiliki oleh setiap orang. Kepribadian tersebut berkaitan dengan ketegasan dan keberanian dalam mengambil keputusan. "Cobalah untuk tidak tertekan dalam perasaan tidak enak pada orang lain, karena hidup dalam kepura-puraan itu menjadikan hidup itu sendiri terasa membosankan," saran itu ia tujukan begitu saja kepadaku. Waw, deg, masalahnya sikap merasa tidak enakan ini, sudah mendarah daging di otakku. Bagaimana aku bisa mengubahnya? setidaknya pertanyaan itu yang terbesit muncul di kepalaku. Kudengarkan saja, tapi menurutku apa yang bapak ini katakan, ada benarnya juga, bisa jadi itu adalah sangat benar adanya. Pasalnya, memang hidup berdasarkan perasaan tidak enakan karena takut jika menyakiti  perasaan orang lain, itu sangat memuakkan. Berdasarkan penuturan Bapak Abdul Aziz, perasaan tidak enakan ini, telah menjadi ciri khas dari Bangsa Indonesia. Sebagian besar masyarakat dari bangsa kita, terlalu berlebihan dalam menghargai perasaan orang lain. Dapat dibilang sikap tersebut sudah memiliki level hingga tingkat dewa, sehingga akibatnya bangsa kita menjadi tidak berani untuk mengatakan yang sejujurnya. Itulah mengapa, Bapak Abdul mengatakan bahwa ketika kondisi down, orang yang hidup dibalik kepura-puraan tadi, jiwanya justru akan memberontak dan membludak. "Kasihan kan orang seperti itu?" terang Bapak Abdul Aziz, dengan raut wajah yang serius. Oleh karena itu, ia menyarankan agar sikap tersebut segera dirubah atau dihentikan, agar kita tidak menjadi pribadi yang plin plan, yang kemudian kita hanya bisa merasa jengkel dan menyesal akibat keteledoran ulah kita sendiri. Jika tidak, dikhawatirkan sikap itu akan berlanjut hingga dewasa, bahkan sampai kita tua nanti. Jangan sampai kita menyesal di akhir. Ketegasan itu memang perlu, sangat perlu. Buah dari ketegasan itu sendiri adalah berupa konsekuensi. Konsekuensi itulah yang harus kita ambil, sebagai bentuk tanggung jawab kita terhadap keputusan yang kita pilih. "Hidup memang demikian, banyak pilihan, cobaan, dan tantangan, akan tetapi itulah yang membuat hidup menjadi lebih berwarna bukan?" tukas Bapak Abdul Aziz. Sampai di pembahasan itu, aku hanya bisa mengangguk mendengarkan penjelasan beliau, ya benar menurutku, harus berubah, tapi mungkin tidak sepenuhnya, hanya pada kondisi dan waktu tertentu, sebab ada kalanya bahwa sikap menghargai orang lain tetap harus ada, hanya saja perlu diterapkan pada kondisi dan waktu yang tepat. Wehehe, iya kan?

Perbincangan semakin seru, dengan ia melontarkan pertanyaan mengenai "Apa yang dimaksud dengan hidup benar?" Ketika aku jawab panjang lebar, dari A sampai Z, ternyata jawabanku tidak ada yang tepat. Dengan singkatnya, ia mengatakan bahwa hidup benar itu adalah saat apa yang kamu ucapkan, itu sesuai dengan apa yang kamu lakukan. "Simple kan?" seru ia mempertegas penjelasannya. Ladala ternyata, -___-

Nasihat ia lanjutkan dengan memberikan pemahaman seputar pentingnya memiliki sikap sederhana. Ya, sikap ini nampak tercermin juga dalam tingkah laku seorang bapak yang duduk di sebelahku ini. Ia menyarankan bahwa bertingkahlah layaknya orang yang belum tahu, meskipun sebenarnya kamu sudah tahu. kalau tidak, ya jangan dilebih-lebihkan, bersikaplah biasa saja. Sambil menunjukkan hamparan sawah dari luar jendela bus, ia mengatakan jadilah seperti hamparan padi di sana, yang semakin tua usianya, padi-padi tersebut semakin merunduk. Aku tersenyum mendengar nasihat tersebut, nasihat yang sering aku dengar, akan tetapi sulit sekali untuk diterapkan. 

Berlanjut kembali melihat hamparan sawah, Bapak Abdul menerangkan arti dari perjalanan hidup, bahwa kita tumbuh berkembang dengan adanya perubahan yang dibawa kehidupan kepada kita. Jangan takut dengan perbedaan, beranilah untuk keluar dari zona nyaman, karena dari situlah nanti kamu akan memiliki banyak pandangan, dan dari situlah kamu dapat mengambil hikmah di dalamnya. Sekali lagi, ia menegaskan agar kita harus berani untuk keluar dari zona nyaman. "Di sana nanti, kamu akan menemukan banyak orang dengan berbagai karakter yang berbeda, dan akan menjadi semakin dewasa karena itu," kata Bapak Abdul sembari tersenyum, tanda keramahan yang ia tawarkan untuk mengajak kita agar berani melakukan penjelajahan hidup.

Dengan bekal pernah menjadi guide inilah, ia berani untuk memberikan pendapatnya mengenai dunia luar. Ia menjelaskan bahwa dengan kita memberanikan diri untuk melihat dunia luar, maka wawasan kita tentang apa yang ada dan yang terjadi di sekeliling kita akan menjadi lebih luas, dan kita pun juga akan tumbuh berkembang bersama sekumpulan masalah, yang telah terlewati sepanjang perjalanan tersebut. Wow, super sekali bapak ini.

Tak terasa hari sudah mulai menjelang maghrib. Perjalanan yang awalnya terasa membosankan, kini justru sebaliknya, waktu menjadi terasa berlalu begitu cepat. Ada banyak cerita yang ia sampaikan, hanya saja ingatanku lemah untuk dapat mengingat semua percakapan tersebut. 

Akhirnya, aku dan Chintya telah tiba terlebih dahulu di Kota Ngawi. Kulihat Bapak Abdul Aziz dengan tenang bersandar di kursi bus, yang siap untuk mengantarkannya ke pemberhentian selanjutnya, yakni Kota Madiun. Di kota itulah, Bapak Abdul Aziz akan berhenti, untuk melanjutkan bisnisnya sebagai distributor baju, pekerjaan yang ia geluti saat ini. 

Turun bersama temanku Chintya, aku ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Abdul Aziz, atas semua nasihat yang telah ia berikan sepanjang perjalanan pulang dari Solo. Sayangnya, aku lupa untuk mengabadikan momen tersebut. Tidak masalah, aku akan tetap mengingat beliau. Berharap suatu saat dapat berjumpa kembali, dan berbagi pengalaman. Mungkin inilah yang disebut dengan guru yang tak terencana. 

Pengalaman yang luar biasa menurutku. Seperti dalam kutipan salah satu buku, dikatakan bahwa "Segala sesuatu terjadi seperti apa adanya, dan apa pun yang akan terjadi, pasti terjadi", karena apa yang telah terjadi hingga saat ini, itu bukanlah suatu kebetulan. Semuanya telah tercatat dalam lauhul mahfuzh, skenario indah yang telah ditetapkan oleh Allah adanya. Jadi, tidak ada yang biasa-biasa saja dalam hidup ini kawan. Nikmati hidup, dan jadilah diri sendiri,, :)

Terima kasih, telah menyempatkan waktu untuk membaca selingan blog di atas.
Sampai jumpa di artikel selanjutnya,




Salam,
Metri Niken L.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Cara Mengembalikan Data yang Terhapus dengan “Auslogics BoostSpeed”

Melanjutkan artikel yang sebelumnya, di sini penulis akan menjelaskan mengenai cara kerja dari penggunaan software Auslogics BoostSpeed untuk pemulihan data yang terhapus. Bukan hanya data yang berasal dari komputer saja yang dapat dikembalikan, akan tetapi data yang telah terhapus dari Recycle Bin pun, juga dapat dicari kembali dengan menggunakan aplikasi ini. Berikut adalah langkah-langkah menggunakan tool recovery data dari software Auslogics BoostSpeed:

1. Pilih tool File Recovery.


2. Coba hapus file yang akan teman-teman jadikan sebagai uji coba.


3. Cek Recycle Bin, yaitu direktori bawaan windows yang berfungsi menyimpan sementara file yang dihapus dari komputer.


4. Hapus file yang masih tersimpan di Recycle Bin.


5. Buka kembali tool File Recovery.


6. Jangan lupa, chek list folder tempat asal file tadi dihapus. Dalam kasus ini, file yang dihapus, berasal dari folder E. Oleh karena itu, folder E wajib dicentang. Jika anda lupa dengan letak file yang hilang, lebih baik chek list semua folder yang ada.


7. Anda boleh langsung memberikan informasi data yang lebih spesifik, terkait kapan data yang dicari hilang.


8. Selanjutnya, pencarian data dapat dilakukan dengan melakukan chek list data untuk semua nama file. Akan lebih bagus, jika data yang ingin dicari telah diketahui namanya.


9. Untuk bagian ini, lebih baik biarkan opsi skip empty file (file kosong) dan temporary file (file sementara) diabaikan. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses pencarian data.


10. Scanning data telah selesai dilakukan, selanjutnya cek satu persatu gambar dan dokumen mana yang sekiranya tidak rusak. Bagian ini agak menyulitkan, sebab data yang berhasil dilakukan scanning, kini namanya telah berubah.


11. Simpan data tersebut di lokasi sembarang.



12. Recovery data selesai dilakukan, pilih Close.


13. Buka folder tempat file hasil scanning data tadi disimpan.


14. Ini adalah dua file hasil dari recovery data sebelumnya.


15. Kedua file dapat dibuka kembali dengan isi data yang masih utuh.



Demikian penjelasan mengenai cara melakukan recovery data dengan menggunakan software Auslogics BoostSpeed. Jika anda ingin mengetahui proses instalasi dan mengunduh aplikasi tersebut, silahkan kunjungi link ini: Unduh Software Auslogics BoostSpeed. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat,,


Salam,
Metri Niken L.

Sumber:
http://www.hong.web.id/tutorial/apa-itu-temporary-file-di-windows

“Auslogics BoostSpeed” Program Ampuh Optimalkan PC

Hallo Guys, di artikel selanjutnya ini, penulis akan membahas tentang perangkat keren yang digunakan untuk mengoptimalkan Personal Computer (PC). Nama perangkat lunak tersebut adalah Auslogics BoostSpeed. Penulis benar-benar merekomendasikan pembaca untuk menggunakan aplikasi ini. Pasalnya, penulis telah merasakan sendiri manfaatnya dan masih menggunakannya hingga sekarang.

Berdasarkan referensi website lain, aplikasi Auslogics ini memilliki beberapa keunggulan, di samping ia memiliki fitur yang lengkap, aplikasi ini juga tergolong ringan dan halus, sehingga tidak masalah jika digunakan di notebook sekalipun. Fungsi utama dari aplikasi ini adalah untuk membersihkan, mempercepat, dan memperbaiki PC yang lambat. Cara yang digunakannya adalah dengan membersihkan registry windows, defragmentasi (proses penyusunan ulang) harddisk, membebaskan ruang disk dari file-file sampah (junk file), memulihkan file-file yang terhapus (recovery file), dan mempercepat koneksi internet. Untuk bagian pemulihan file yang terhapus, penulis benar-benar telah mencobanya, dan hasilnya luar biasa, file kembali dapat dibuka dan di-render kembali.

Sebelumnya, penulis pernah mencoba melakukan recovery file melalui aplikasi lain, seperti Recuva, FreeUndelete, dan EaseUS Data Recovery Wizard. Akan tetapi, data yang ter-recover oleh semua aplikasi tersebut, ternyata tidak dapat dibuka maupun di-render kembali. Itulah alasan, mengapa penulis tetap bertahan menggunakan aplikasi Auslogics BoostSpeed hingga sekarang.

Jika teman-teman penasaran dan ingin mencoba aplikasi Auslogics BoostSpeed, teman-teman dapat mengunduhnya di link berikut: Download aplikasi Auslogics BoostSpeed

Aplikasi Auslogics BoostSpeed sebenarnya adalah aplikasi berbayar. Di dalam file unduhan di atas, disediakan file crack, agar aplikasi Auslogics ini dapat digunakan secara gratis. Saya tahu, ini tidak baik, akan tetapi apalah daya, sama-sama mahasiswa dengan kantong pas-pasan, penulis rasa teman-teman juga merasakan hal yang sama. Oleh karena itu, penulis tetap menyebarkan aplikasi ini, dan berharap teman-teman dapat memanfaatkannya sebagai media pembelajaran. Berikut adalah cara yang dapat diikuti, agar teman-teman dapat menggunakan aplikasi ini secara penuh:

1. Berikut adalah file yang akan teman-teman dapatkan dari link download di atas.


2. Lakukan instalasi terhadap aplikasi boost-speed-setup.exe, seperti instalasi pada umumnya.


3. Setujui lisensi yang ada, untuk melanjutkan proses instalasi.


4. Setelah proses instalasi selesai, maka akan muncul kotak alert seperti berikut. Kemudian pilih Close untuk mengakhiri proses instalasi.


5. Proses instalasi selesai dilakukan. Untuk selanjutnya, buka folder crack yang telah disediakan.


 6. Copy file aushelper.dll.


7. Masuklah ke dalam folder C:\Program Files\Auslogics\Auslogics BoostSpeed. Di dalam folder tersebut terdapat file aushelper.dll yang asli, dimana file itulah yang perlu teman-teman hapus/delete.


8. Setelah file aushelper yang asli selesai dihapus, lakukan paste file terhadap file aushelper.dll yang pembaca copy dari folder crack tadi.


9. Pemindahan file aushelper telah selesai dilakukan, maka teman-teman dapat mencoba membuka aplikasinya melalui mesin pencari program dan file.


10. Dengan telah memasukkan file aushelper yang berasal dari crack tadi, pembaca telah mendapatkan hak penuh, untuk mengakses semua fitur yang ada di dalam aplikasi Auslogics BoostSpeed.



Serangkaian penjelasan di atas, semoga data bermanfaat bagi teman-teman. Terimakasih atas kunjungannya. Insyaallah di artikel selanjutnya, penulis akan menjelaskan manfaat Auslogics BoostSpeed secara lebih rinci.


Salam,
Metri Niken L.

Sumber:
http://kotaksoft.blogspot.com/2014/04/auslogics-BoostSpeed-full-version.html
http://bukanportalberita.blogspot.com/2014/06/download-auslogics-BoostSpeed-6420.html